65.786 Pelanggan Mengadu Tagihan Listrik Membengkak ke PLN

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Beberapa waktu lalu terdapat banyak pengaduan perihal lonjakan tagihan listrik yang membengkak. Diketahui bahwa hal ini dialami oleh sebagian besar masyarakat yang ada yang mana telah membuat pengaduan. Hal ini langsung ditanggapi oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima aduan sebanyak 65.786 pelanggan yang berasal dari seluruh Indonesia. Hal ini diprediksi akan mengalami kelonjakan.

“Hingga saat ini Posko pengaduan khusus tagihan yang dibuka di seluruh Indonesia telah menerima keluhan sebanyak 65.786 pelanggan. Ini diprediksi akan naik terus,” ucap Bob pada diskusi online, Kamis (11/6/2020).

Bob mengatakan bahwa pelanggan ini berasal dari Jakarta, Bandung, hingga Surabaya yang mana telah menyampaikan keluhan adanya kenaikan tagihan listrik. Diketahui dari Makassar juga terdapat laporan, namun diketahui bahwa daerah tersebut tidak memiliki laporan sebanyak 3 daerah sebelumnya. Sejak bukan Mei, PLN sudah menyediakan Posko Informasi Tagihan Listrik yang berada di Kantor Pusat PLN. Disebut juga bahwa tagihan ini karena Corona menyebabkan hantaman ekonomi masyarakat.

PLN juga telah melakukan klaim bahwa tagihan listrik ini melonjak murni karena penggunaan pelanggan itu sendiri. PLN juga sudah berkali-kali mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak lagi menaikkan tarif listrik sejak tahun 2017.

“Yang telah dicatat bahwa ini murni penggunaan pelanggan itu sendiri. Belum lagi ini karena adanya tambahan carry over yang terjadi berkat PSBB petugas nggak bisa catat meteran,” penjelasan Bob dalam diskusi vitual yang dilakukan pada Kamis (11/6/2020).

Dengan adanya pandemi Corona ini, diketahui bahwa petugas PLN menghitung berdasarkan angka stand meter dari rata-rata 3 bulan terakhir. Ini karena petugas PLN tidak mendatangi rumah untuk mencatat meteran secara manual.

Hal ini juga ditambahkan dengan adanya pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan juga bahwa tidak ada kenaikan tarif dari pihak PLN. Dari perhitungan 3 bulan ini dijelaskan bahwa ini bisa jadi disebabkan oleh adanya WFH yang mana belum dihitung. Maka ketika dilakukan perhitungan, jumlah ini bisa bisa memberikan pembengkakan.  Walau begitu PLN menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan keringanan agar tagihan tarif listrik ini bisa dicicil selama 2 bahkan 3 bulan ke depan.

 

 

Sumber :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4276652/tagihan-listrik-bengkak-65786-pelanggan-mengadu-ke-pln?source=search

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

Update Data Corona Daerah Jateng 12 Juni: 2.062 Positif

Read Next

80 Mal di Jakarta Kembali Dibuka Mulai 15 Juni 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *