Amarah Jokowi Atas Lambannya Kerja Menteri Hingga Ancam Reshuffle

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahannya pada menteri dan juga pimpinan lembaga negara akibat tak maksimalnya bekerja ketika sedang berada di tengah pandemi virus Covid-19. Bahkan Jokowi mengancam untuk membubarkan lembaga hingga lakukan reshuffle karena hingga kini jajarannya masih bersikap biasa-biasa saja di tengah kondisi negara yang sedang krisis.

Kemarahan atas Jokowi ini terjadi ketika sedang berada di Sidang Kabinet Paripyrna di Istana Negara pada 18 Juni lalu, namun rekaman sidang tersebut baru diunggah dalam akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (26/6). Dalam unggahan video tersebut, Jokowi berbicara dengan nada yang tinggi.

“Langkah extraordinary apapun akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita dan negara. Saya bisa saja membubarkan lembaga dan reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya,” ucap Jokowi dalam video dari Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Bahkan Jokowi juga kembali menegaskan bahwa dibutuhkan adanya langkah-langkah luar biasa atau extraordinary untuk menghadapi masalah global seperti pandemi virus Corona yang mana sudah berjalan berbulan-bulan. Belum lagi para menteri dan juga pimpinan lembaga memiliki tanggung jawab untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

“Tolong digaris bawahi dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama,” tegasnya.

Organization of Economic Co-Operation Development (OECD) bahkan menyampaikan bahwa kini pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi mengalami minus 6-7-6 persen. Bahkan Bank Dunia ikut memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi akan mengalami minus sebanyak 5 persen.

Dengan adanya laporan tersebut, Jokowi meminta para menteri untuk bekerja lebih keras lagi untuk bisa menghadapi krisis ini. Ia menilai bahwa kini bukanlah situasi yang normal yang bisa bekerja dengan biasanya.

“Kita harus ngerti, jangan biasa-biasa dan linear. Bahaya sekali kita, saya masih banyak kita menganggap ini normal,” tutur Jokowi.

Tak berhenti di situ, bahkan Jokowi mempersilakan para menteri untuk membuat kebijakan yang dirasa bisa menyelamatkan negara Indonesia dari krisis. Contohnya saja dengan mengeluarkan peraturan presiden (perpres) maupun peraturna pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Sebelumnya Jokowi menyinggung perihal kinerja dari sejumlah kementerian hingga kebijakan untuk menangani covid-19. Kebijakan ini seperti pemberian intensif, bansos, hingga kinerha Kementerian Kesehatan karena anggaran yang digunakan tidak maksimal. Dari anggaran Rp 75 trilliun, di bawah kepeminpunan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto hanya gunakan 1,53 persen.

 

Sumber :

https://www.liputan6.com/news/read/4291003/jokowi-untuk-rakyat-saya-bisa-saja-bubarkan-lembaga-dan-reshuffle

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200629065435-32-518437/ancam-reshuffle-dan-marah-jokowi-pada-kinerja-lamban-menteri

 

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

3 Orang Sekuriti Rumah Sakit Tega Perkosa Wanita Berkebutuhan Khusus

Read Next

Aksi Bakar Diri dilakukan Pemuda Aceh Utara di Kandang Kambing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *