Aturan Keluar Masuk Jakarta Saat Masa Transisi PSBB Pandemi Covid-19

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melaksanakan adanya masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak tanggal 5 Juni 2020. Tentu saja dengan berlakunya masa transisi ini masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya perihal aturan keluar masuk daerah Jakarta ini. Hal ini juga perihal adanya pemberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang diterapkan pada wilayah Jakarta. Maka bagi masyarakat yang masih bingung mengenai aturan pada masa transisi untuk keluar masuk Jakarta, ada baiknya menyimak artikel berikut ini yang dimulai dengan beberapa pertanyaan.

  1. Bolehkan pengendara sepeda motor saling berboncengan?

Jawabannya boleh. Pengendara motor yang sedang berkendara keluar masuk Jakarta diperbolehkan berboncengan. Dengan syarat maksimal dua orang dalam satu waktu. Ketentuan tersebut sudah dicantumkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarya Nomor 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19.

Dengan adanya SK yang telah berlaku tersebut, ojek online beserta pangkalan juga sudah diperbolehkan mengankut penumpang dimulai dari tanggal 8 Juni. Aturan yang perlu dipatuhi tersebut adalah pengemudi perlu menggunakan masker, menyediakan persediaan hand sanitizer, hingga perlu mendisinfektasi sepeda motor ketika selesai mengangkut penumpang.

  1. Jika, mengendarai mobil pribadi, apakah penumpang memiliki batasan jumlah kursi yang perlu diisi?

Dengan adanya SK dari Kadishub, telah dijelaskan bahwa kapasitas angkutan mobil pribadi ini batasan maksimalnya adalah dua orang perbaris kursi. Terdapat pengecualian bagi penumpang yang memiliki domisili alamat yang sama, yang mana semua kursi boleh diisi dengan ketentuan semua penumpang berasal dari satu alamat yang sama.

  1. Apakah terdapat pelonggaran dari pemberlakuan SIKM dari Pemerintahan Provinsi DKI?

Jawabannya adalah tidak ada. Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa orang yang akan keluar masuk wilayah Jakarta tetap harus dan wajib memiliki SIKM dalam pasa transisi PSBB ini. Pemeriksanaan kepemilikan SIKM ini akan terus dilaksanakan hingga status darurat dari bencana non-alam pandemi Covid-19 ini dinyatakan berakhir.

Keputusan ini telah diputuskan pada SK Pasal 7 Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 yang menyatakan mengenai Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan atau Masuk DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Walau begitu, kepemilikan SIKM ini tidak berlaku bagi warga yang berasal dan memiliki KTP asal Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) ketika akan melakukan perjalanan keluar masuk Jakarta. Ketika pemeriksaan di pos perbatasan Jakarta, warga hanya perlu untuk menunjukan e-KTP yang dimiliki. Setelah dicek, maka petugas pos akan langsung mempersilakan warga ber-KTP Bodetabek untuk melanjutkan perjalanan.

 

Sumber:

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/11/18160641/aturan-keluar-masuk-jakarta-saat-psbb-transisi-motor-boleh-boncengan-dan.

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

2 Pemain Judi Online Tertangkap Polisi di Sebuah Warnet

Read Next

Awal Mula Duduk Persoalan Merek Dagang Ruben Onsu dengan I Am Geprek Bensu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *