Berbagai Negara Asia Siapkan Diri Hadapi Covid-19 Gelombang Dua

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Sejak pekan lalu, gelombang kedua pandemi Covid-19 masih melanda China yang berpusat di Beijing yang mana hingga kini ditemukan 184 kasus baru. Kondisi ini membuat pihak berwenang menerapkan pembatalan sejumlah penerbanganm domestik hingga memberlakukan lagi lockdown sebagian.

Melansir SCMP, dengan adanya ancaman gelombang kedua ini para ahli setuju bahwa pemerintah di tiap negara dinilai lebih siap untuk menghadapi pandemi ini setelah memiliki pengalaman berikutnya. Walau begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk bisa mengendalikan virus ini dengan cepat.

Paul Ananth Tambyah, presiden dari Asia-Pasiic Society of Clinical Microbiology and Infection mengatakan bahwa negara yang memiliki risiko tinggi terkena penyebaran gelombang dua ini adalah mereka yang masih memiliki penambahan penularan harian.

Dari berbagai kasus yang ditransmisikan secara lokal, terdapat 26 laporan yang didapatkan dari daerah padat penduduk seperti Seoul dan jua daerah metropolitan terdekat. Lee Hoan-jong, Profesor Emeritus dari Rumah Sakit Anak Universitas Nasional Seoul mengatakan bahwa virus ini bisa menyebar lebih luas dan cepat.

“Gelombang kedua ini bisa datang kapan saja hingga vaksin tersedia atau sekitar 60 persen orang terkena infeksi mendapatkan herd imunity,” kata Lee.

Bukan hanya Korea, bahkan situasi ini juga terjadi di Jepang, karena para ahli kesehatan mengatakan bahwa gelombang kedua memiliki kemungkinan besar menghantam negara tersebut. Kazuhiro Tateda, presiden dari Asosiasi Penyakit Menular Jepang (JAID) berpendapat bahwa kasus baru yang terjadi di Tokyo ini banyak terjadi di distrik hiburan malam.

Yoto Tsukamoto, seorang profesor pengendalian infeksi di Universita Ilmu Kesehatan Hokkaido juga berpendapat bahwa akan sulit bagi bisnis jika mengikuti aturan karena staf harus dekat dengan pelanggan untuk bisa menyajikan minuman hingga menyalakan rokok.

“Sungguh tidak realistis untuk bisa mengharapkan mereka bisa terpisah dengan jarak 2 meter, pemerintah kini terjebak antara menjalankan protokol atau mematikan bisnis,” ucapnya.

Dia juga menambahkan bahwa pihak berwenang mungkin tidak akan punya pilihan selain kembali menerapkan keadaan darurat di Tokyo yang mana kasusnya menjadi 100 dalam sehari. Tateda yakin bahwa ketika keadaan darurat ini benar-benar terjadi, pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat bisa lebih siap dan melakukan penanggulangan lebih cepat.

 

Sumber :

https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/22/070500865/negara-negara-asia-bersiap-hadapi-gelombang-kedua-pandemi-covid-19?page=all#page2.

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

Subduksi Lempeng Indo-Australia Guncang Selatan Jawa 5,1

Read Next

Jerat Hukum Baru Bagi John Kei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *