Kebijakan Baru Anies di Masa PSBB Transisi Fase Dua

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk melakukan perpanjangan masa pembatasan sosial berskal besar (PSBB) transisi yang akan berlaku selama 14 hari ke depan. Keputusan ini akhirnya diambil setelah melihat dan mempertimbangkan penyebaran virus corona (Covid-19) yang hingga kini masih terjadi di wilayah ibu kota.

Sebagai tambahan informasi, PSBB transisi fase pertama ini sudah berlangsung sejak 5 Juni dan akan berakhir pada Kamis (2/7/2020). Keputusan PSBB transisi fase kedua ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan.

“PSBB masa transisi di Jakarta akan diperpanjang hingga 14 hari ke depan dan akan terus dilakuakn evaluasi mengikuti adanya perkembangan terbaru,” tutur Anies ketika berada di jumpa pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).

Dengan adanya perpanjangan masa PSBB transisi ini, maka Anies telah menyiapkan beberapa kebijakan. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah dengan memerketat pasar dan juga KRL. Anies menyebut bahwa dua tempat tersebut akan menjadi fokus pengawasan karena potensinya sangat besar untuk pusat penyebaran virus corona (Covid-19).

Untuk mengantisipasi hal buruk, maka dimulai bulan Juli Anies akan mengerahkan petugas Satpol PP, ASN, hingga personel TNI-Polri agar bisa memperketat keramaian yanga da di pasar. Akan ada sekitar 300 pasar di Jakarta yang diperketat.

Kebijakan lain yang diberlakukan adalah perihal sekolah yang belum dibuka. Ini karena anak-anak menjadi kelompok usia yang memiliki risiko terpapar bahkan pembawa virus corona. Tak hanya itu, kebijakan lain juga mengatur mengenai unjuk rasa agar menjaga jarak. Salah satu unjuk rasa yang kini terjadi di Jakarta adalah aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR/MPR.

“Kegiatan unjuk rasa dan lain-lain ini perlu untuk mengikuti protokol mengenai jaga jarak karena risikonya besar,” perjelas Anies.

Kebijakan lain yang diberlakukan oleh Anies adalah perihal 32 Kawasan Pesepada. Car Free Day (CFD) yang diberlakuakn di kawasan Sudirman-Thamrin pada 21 Juni lalu malah menimbulkan kerumunan warga. Maka Pemprov DKI kembali untuk meniadakan kegiatan CFD dengan menggantinya dengan 32 kawasan sepeda yang aka nada di lima wilayah Jakarta.

“Kita buat penyebaran di 32 lokasi dan namanya bukan CFD namun akwasan pesepeda,” sebut Anies.

Dipilihnya nama Kawasan Sepeda untuk mendorong warga bisa berolahraga dengan sepeda di mana saja. Anies menyebut bahwa dengan bersepeda, maka bisa lebih menciptakan physical distancing antar individu dibandingkan dengan berjalan maupun berjogging.

 

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200702083421-20-519858/empat-kebijakan-anies-di-masa-psbb-transisi-fase-dua

 

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

Indonesia Masuk Daftar Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas

Read Next

Penyesuain Pajak Baru yang Berlaku 1 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *