Sanksi Bagi Pelanggar Hukum yang Mencelakai Pesepeda dinilai Ringan

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menyatakan bahwa keselamatan pesepeda harus diutamakan pengguna kendaraan bermotor. Ini diberlakukan bukan karena tanpa alasan, namun keselamatan bagi pesepeda di jalan raya dinilai rentan, ini karena termasuk ke dalam kendaraan tidak bermotor.

Walau begitu, fasilitas pesepeda di jalan raya kini belum dipenuhi sepenuhnya oleh pemerintah. Seperti yang disampaikan oleh Tim Advokasi Boke to Work Fahmi Saimima yang mana dengan adanya revisi UU LLAJ mengenai perlindungan lebih terhadap pesepeda.

Diketahui bahwa hingga kini sanksi bagi pelanggar hukum yang mencelakai pesepeda dinilai terlalu ringan. Selain itu, Fahmi juga mengatakan bahwa sanksi bagi pelanggar hukum yang mencelakai pesepeda perlu untuk diperberat.

“Terutama pada pasal 28, yang mana setiap kendaraan bermotor hanya didenda dua bulan dan juga paling banyak hanya diberi denda Rp 500.000. Tak hanya itu, pesepeda yang mengalami luka ringan hanya diberikan denda maksimal Rp 10 juta dan juga satu tahun kurungan, sedangkan luka berat dan meninggal dunia diberikan kurungan seumur hidup. Kita minta hukuman bagi pelanggar dapat ditinggikan,” sebut Fahmi.

Untuk informasi tambahan, dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, pasal 284 disebutkan bahwa, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Bukan hanya itu saja, namun Anggota Komisi V DPR Hamka B Kady memberikan sejumlah usulan tersebut akan dikaji dalam Prolegnas.

“Hal ini sudah kita pahami dan cerna dengan baik dan mendalam di Prolegnas, satu UU LLAJ dan satu UU tentang jalan. Akan saya tambahkan naskah akademiknya yang mana belum selesai sama sekali. Jika memang ada, ini perlu disempurnakan,” sebutnya.

 

Sumber :

https://oto.detik.com/berita/d-5082877/sanksi-pelanggar-hukum-yang-celakai-pesepeda-dinilai-terlalu-ringan

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

Pesantren Gontor diisolasi Akibat Santri Positif Corona

Read Next

Remaja 14 Tahun diduga diperkosa Petugas P2TP2A Lampung Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *