Terungkapnya Aksi Pasutri Pengoplos Daging Celeng di Bandung

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Pasangan suami istri (pasutri) warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki inisial T dan R diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Cimahi karena menjadi pelaku penjual daging sapi yang dioplos dengan daging celeng. Pasangan tersebut diamankan pada Jumat pekan lalu. Ketika ditangkap, T dan R tidak mengelak telah melakukan aksi tersebut. Bahkan mereka mengaku telah melakukannya sejak tahun 2014 silam.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menjelaskan bahwa awal mula terbongkarnya kasus penjualan daging sapi ini hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Benar, kami telah mengamankan empat orang pelaku yang mengoplos dan juga menjual daging celeng yang berada di wilayah KBB. Pelaku utamanya ini adalah pasangan suami istri yang berhasil diamankan di Desa Jayamekar, Padalarang,” sebut Yoris ketika ditemui di Mapolres Cimahi.

Suami istri tersebut memiliki peran untuk memasok daging celeng yang mana didapatkand ari pemburu celeng yang berada di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, setiap bulannya.

“Mereka dapat daging celeng dari wilayah Sukabumi. Selanjutnya, mereka menjualnya dengan cara dioplos terlebih dahulu dengan daging sapi impor. Perbandingannya ini adalah 2 kilogram daging sapi impor yang dicampur dengna 1 kilogram daging celeng,” jelasnya.

Pemasok ini bukanlah T dan R saja, namun terdapat pelaku lain yang bertugas untuk mengedarkan daging seperti D yang merupakan seorang penjual daging dan pembuat bahan baku bakso yang berada di Tasikmalaya, lalu ada lagi N yang mana pedagang daging asal Purwakarta.

Setiap bulan, pasangan suami istri tersebut memasok daging celeng ke pelanggannya di Purwakarta sebanyak 70 kilogram, ke Bandung 40 kilogram, Tasikmalayan 30 kilogram, dan Cianjur 30 kilogram.

“Daging celeng ini dioplos dengan daging sapi ke rumah makan yang ada di Kota Bandung, Purwakarta, dan juga Cianjur. Peran lain juga dilakukan N dan D. D sendiri memasarkan daging ke tukang bakso keliling daerah Tasikmalaya,” tuturnya.

Diketahui pelaku tersebut menjual daging oplosan untuk bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Jika dilihat dari perbedaannya ini daging celeng dan daging sapi impor bisa mencapai dua kali lipat.

Keempat pelaku ini akan terkena pasal 62 ayat 1 atau 2 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) UU RI Nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 18 tahun 2009 Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Ancaman hukuman ini bisa lebih dari 5 tahun. Rencana berikutnya, kasus ini akan dilimpahkan ke polres dari daerah lain seperti Polres Cianjur, Polres Purwakarta, Polres Tasikmalaya. Ini karena TKP penjualannya mencakup daerah yang ada di sana,” jelasnya.

Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5075084/terbongkarnya-aksi-licik-pasutri-di-bandung-pengoplos-daging-celeng/2

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

Kronologi Seorang Anak ingin Memenjarakan Ibunya di Lombok Tengah

Read Next

Indonesia Masuk Daftar Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *