Zona Hijau Mulai Belajar di Sekolah 13 Juli 2020 Maksimal 18 Siswa

JAWA TENGAH, Jatengpos.com – Wilayah penyebaran virus corona (Covid-19) yang berada di wilayah zona hijau, sudah bisa membuka sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai sejak Senin 13 Juli 2020.

Satu-satunya daerah yang kini bisa masuk zona hijau dari penyebaran Covid-19 di Jawa Barat adalah kota Sukabumi. Dengan ini maka Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Deni Supandi mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Kota Sukabumi akan mendapatkan izin dari Wali Kota Sukabumi dan dibuka kembali.

Hingga kini Dinas Pendidikan Jawa Barat berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi. Namun untuk sekolah luar biasa (SLB) masih akan melaksanakan kegiatan selama jarak jauh hingga September 2020 karena ini mengacu dari surat keputusan bersama dengan 4 menteri.

Dinas Pendidikan juga menerbitakan adanya aturan pelaksanaan belajar mengajar tatap muka yang akan digunakan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Salah satu aturannya adalah pembagian jumlah siswa ketika melakukan belajar tatap muka. Hanya 19 siswa saja yang diperbolehkan untuk belajar di kelas. Pembagian siswa ini dilakukan secara bergantian. Terkait dari waktu lamanya belajar dari pagi hingga siang hari.

“Adanya waktu istirahat atau tidak masih akan dibahas lebih lanjut,” kata Dedi, Rabu (1/7/2020).

Hal lain yang perlu dilakukan sekolah adalah dengan membuat bangku yang ada di kelas diatur dengan jarak 1,5 meter antar bangku. Selain itu pihak sekolah perlu untuk mempersipakna sarana prasarana  yang mendukung pencegahan dari penyebaran Covid-19, ini seperti tempat cuci tangan di pintu masuk sekolah, alat cek suhu tubuh, dan juga tisu. Selain itu, siswa juga wajib untuk mengganti tisu yang ada di msaker wajah setiap empat jam sekali.

“Berbagai kegiatan yang menggunakan alat yang mana disentuh oleh banyak orang tidak boleh dilakukan lebih dahulu seperti olahraga bola,” sebut Dedi.

Menyediakan ruang unit kesehatan sekolah (UKS) juga perlu untuk dilakukan pihak sekolah yang mana ini bisa berkoordinasi dengan puskesmas terdekat. Dengan adanya fasilitas ini, maka UKS sudah melakukan tindakan cepat tanggap untuk menangani pasien Covid-19.

Tak hanya itu saja, hal lain yang perlu dipersiapkan dari pihak sekolah adalah dengan membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan anggotanya bisa terdiri dari petugas kesehatan dan juga petugas keamanan. Hal penting lain yang perlu dilakukan adalah dengan mencegah kerumunan orang yang ada di sekolah.

 

Sumber :

https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01581960/belajar-di-sekolah-mulai-13-juli-2020-di-zona-hijau-kelas-hanya-boleh-terisi-18-siswa?page=2

 

0 Reviews

Write a Review

AdminJP

Read Previous

Satu Keluarga ditipu Tukang Sayur Akibat Konsumsi Sabzi Ganja

Read Next

Bupati Kutai Timur kena OTT Harta Mencapai 3,1 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *